PENGERTIAN PLURALISME
Pluralisme
adalah suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya
“KEMAJEMUKAN” atau “KEANEKARAGAMAN” dalam suatu kelompok masyarakat.
Kemajemukan dimaksud misalnya dilihat dari segi agama, suku, ras,
adat-istiadat, dll. Segi-segi inilah yang biasanya menjadi dasar pembentukan
aneka macam kelompok lebih kecil, terbatas dan khas, serta yang mencirikhaskan
dan membedakan kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, dalam suatu
kelompok masyarakat yang majemuk dan yang lebih besar atau lebih luas. Misalnya
masyarakat Indonesia yang majemuk, yang terdiri dari pelbagai kelompok umat
beragama, suku, dan ras, yang memiliki aneka macam budaya atau adat-istiadat.
Begitu pula masyarakat Maluku yang majemuk, ataupun masyarakat Aru yang
majemuk.
Menerima
kemajemukan berarti menerima adanya perbedaan. Menerima perbedaan bukan
berarti menyamaratakan, tetapi justeru mengakui bahwa ada hal atau ada
hal-hal yang tidak sama. Menerima kemajemukan (misalnya dalam bidang agama)
bukanlah berarti bahwa membuat “penggabungan gado-gado”, dimana kekhasan
masing-masing terlebur atau hilang. Kemajemukan juga bukan berarti “tercampur
baur” dalam satu “frame” atau “adonan”. Justeru di dalam pluralisme
atau kemajemukan, kekhasan yang membedakan hal (agama) yang satu dengan yang
lain tetap ada dan tetap dipertahankan.
Jadi
pluralism berbeda dengan sinkritisme (penggabungan) dan assimilasi atau
akulturasi (penyingkiran). Juga pluralisme tidak persis sama dengan
inkulturasi, kendati di dalam pluralisme atau kemajemukan bisa terjadi
inkulturasi dimana keaslian tetap dipertahankan.
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sangat mengakomodasi dan mengakui adanya keberagaman, hal tersebut bisa kita lihat dari;
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sangat mengakomodasi dan mengakui adanya keberagaman, hal tersebut bisa kita lihat dari;
- Peristiwa Sumpa Pemuda yang merupakan tonggak politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana sudah timbul paham dan semangat nasionalisme dalam diri para pemuda Indonesia saat itu. Di dalam Sumpah Pemuda disebutkan adanya bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia, adanya satu bangsa yaitu Bangsa Indonesia dan adanya satu tanah air yaitu tanah air Indonesia
- Semboyan Bhineka Tunggal Ika juga menyiratkan pengakuan atas keberagaman suku bangsa di Indonesia.
- Sila sila dalam Pancasila yaitu sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa juga menyiratkan adanya pluralisme agama karena tidak merujuk pada agama tertentu